Cerpen - Memori Terakhir di Hujung Jari
Prolog Tahun 3026. Awan-awan gelap bergelung di atas Kota Seri Angkasa yang terapung senyap di lapisan stratosfera. Suhu kota telah lama dikawal oleh Pusat Sejagat , dan segala deria manusia telah disepuh oleh nanoteknologi. Namun bagi Aria, kota yang bernama agung ini terasa semakin asing. Aria tidak seperti penghuni kota yang lain. Pada usia seratus lima puluh dua tahun, dia masih memiliki tubuh biologinya yang asli — tetapi dia tidak kelihatan tua. Wajahnya masih segar seperti wanita berusia empat puluh lima tahun. Rambut hitamnya masih lebat dan berkilau. Matanya yang coklat gelap masih tajam dan penuh emosi. Dia adalah salah seorang daripada segelintir Pemelihara Jasad — kelompok yang menolak untuk memindahkan kesedaran mereka ke dalam tubuh sintetik atau ke dalam Jiwa Tertinggi . Setiap kali dia menatap cermin, dia melihat wajah muda yang telah menyaksikan tiga abad. Dia tidak pernah menggunakan perisian estetik untuk membaiki apa-apa — t...